Nama : Azzahra Fauziah
Kelas : C5 Manajemen
NPM : 10120165
STANDAR DAN MUTU PELAYANAN PRIMA
Perubahan Paradigma Pelayanan
Perubahan paradigma pelayanan melibatkan perubahan mendasar dalam cara perusahaan memandang dan mendekati pelanggan. Berikut adalah beberapa perubahan paradigma pelayanan :
1. Dari transaksi ke pelayanan, pergeseran dari sekedar transaksi ke menciptakan pengalaman yang memuaskan untuk pelanggan.
2. Dari pelayanan tradisional menjadi pelayanan proaktif, perusahaan menyediakan pelayanan, bukan hanya sebagai respon terhadap pelanggan, tetapi juga dengan inisiatif proaktif untuk memahami apa yang sedang diinginkan oleh pelanggan.
3. Dari produk ke solusi, mengubah paradigma produk tunggal ke penyedia solusi yang lebih luas, untuk masalah kebutuhan pelanggan.
4. Dari standar ke personalisasi, perusahaan harus memahami bahwa setiap pelanggan itu punya keunikannya masing-masing. untuk itu, perusahaan harus menyesuaikan pelayanan yang akan diberikan kepada pelanggan agar pelanggan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.
5. Dari penghematan biaya ke investasi dalam pelanggan, menganggap pelayanan yang diberikan kepada pelanggan sebagai investasi jangka panjang dalam hubungan pelanggan.
6. Dari pemilik informasi ke kolaborasi, peran pelanggan itu adalah sebagai mitra dalam proses pelayanan, bukan sekedar penerima informasi atau layanan.
Total Quality Management (TQM)
Total Quality Management (TQM) merupakan suatu pendekatan yang berorientasi pada pelanggan dengan memperkenalkan perubahan manajemen secara sistematik dan perbaikan terus menerus terhadap proses, produk, dan pelayanan suatu organisasi.
Tujuan Total Quality Management
Beberapa tujuan perusahaan dengan menggunakan TQM adalah sebagai berikut :
- Memberikan produk atau layanan yang berkualitas sesuai dengan selera konsumen.
- Membangun loyalitas pelanggan terhadap brand atau layanan perusahaan.
- Menciptakan suasana kerja yang nyaman, tapi tetap produktif karena terdapat kejelasan pembagian tugas, SOP, dan target.
- Meningkatkan kualitas dan sales produk.
Manfaat Total Quality Management
1. Penghematan Biaya
Saat mengimplementasikan TQM, perusahaan dapat menghemat biaya, khususnya pada bidang scrap, rework, layanan lapangan, dan pengurangan biaya garansi.
2. Kepuasan Pelanggan
Dengan mengimplementasikan sistem manajemen ini, seharusnya hanya akan ada sedikit keluhan pelanggan. Jika perusahaan mempunyai produk ataupun layanan yang lebih baik daripada kompetitor dan dapat berinteraksi dengan pelanggan tentunya akan dapat meminimalisasi kesalahan.
3. Mengurangi Cacat Produk Atau Layanan
Sistem Total Quality Management (TQM) lebih fokus dalam meningkatkan kualitas produk atau layanan dalam suatu proses daripada memeriksa kualitas menjadi sebuah proses.
4. Meningkatan Moral Karyawan
Keberhasilan dari mengimplementasikan Total Quality Management (TQM) akan terus dirasakan dan terbukti mampu mengarah pada peningkatan atas moral karyawan perusahaan.
5. Membuat Perusahaan Menjadi Lebih Kuat Untuk Menghadapi Kompetensi
TQM sangat membantu perusahaan dalam memahami tingkat persaingan bisnis dan mengembangkan strategi yang efektif ketika menghadapi suatu kompetisi di pasar. Kelangsungan hidup perusahaan adalah aspek yang sangat penting diperhatikan di tengah kompetisi pasar yang ketat. Bisa dikatakan bahwa TQM dapat membantu perusahaan dalam memahami pelanggan dan pasar.
Prinsip Total Quality Management
Menurut Wibowo (2011:152), prinsip total quality management, antara lain:
- Quality leadership, kepemimpinan yang memiliki tinggi.
- Stakeholder focus, fokus terhadap semua kepentingan pemegang saham, karyawan perusahaan, pemasok, konsumen, serta masyarakat pada umumnya.
- Integrated business strategy, perencanaan kualitas sudah diintegrasikan ke dalam strategi bisnis.
- Teamwork, memeihara kerja sama yang baik di dalam tim.
- Empowerment, kemampuan memberikan kepercayaan dan wewenang.
- Process management, manajemen proses dengan kualitas tinggi.
- Asset management, manajemen aset yang efisien.
- Continuous improvement, perbaikan kualitas secara berkelanjutan.
- Learning organization, menanam sikap untuk terus belajar.
- Measurement, pengukuran semua proses untuk mengetahui adanya perbaikan dan pemeliharaan untuk mencapai standar kualitas yang telah disetujui.
- Added value, menciptakan nilai tambah produk atau jasa yang bermanfaat bagi konsumen dan menguntungkan bagi produsen.
Standar Dan Mutu Pelayanan Prima
Standar dan mutu pelayanan prima mengacu pada upaya untuk memberikan layanan yang unggul dan memenuhi standar tertentu dalam konteks pelayanan pelanggan. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan pada tingkat harapan pelanggan :
1. Standar Kualitas yang Jelas
Tetapkan standar kualitas yang jelas untuk produk atau layanan. Pastikan produk dan layanan dapat memenuhi standar dan kualitas yang jelas.
2. Konsistensi Layanan
Berikan konsistensi dalam memberikan layanan kepada pelanggan. Pastikan bahwa tingkat pelayanan tidak bervariasi secara signifikan dari satu kesempatan ke kesempatan lain.
3. Pemahami Kebutuhan dan Keinginan Pelanggan
Melakukan riset untuk memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan.
4. Layanan Pelanggan yang Efektif
Miliki sistem layanan pelanggan yang efektif dan responsif. Tanggapi pertanyaan, masukan, atau keluhan pelanggan dengan cepat dan profesional.
5. Keterlibatan Karyawan
Melibatkan karyawan dalam pemahaman dan pemenuhan tingkat harapan pelanggan. Karyawan yang terlibat dapat memberikan pengalaman pelanggan yang lebih positif.
Dimensi Mutu Pelayanan Prima
1. Tangibles (Yang Teramati)
Penampilan karyawan, peralatan, fasilitas fisik dan peralatan komunikasi khususnya.
2. Realibility (Keandalan)
Kemampuan memberikan pelayanan sesuai dengan yang diinformasikan atau dijanjikan.
3. Responsiveness (Ketanggapan)
Kemampuan untuk membantu pelanggan dengan pelayanan yang secepatnya.
4. Competence (Kemampuan)
Memiliki semua kemampuan (Pengetahuan, Keterampilan dan sikap)yg diperlukan untuk memberikan pelayanan secara effektif.
5. Courtesy (Sopan Santun)
Sopan santun, sikap hormat, bijaksana dan keramahan dari para petugas yang melayani.
6. Credibility (Derajat Kepercayaan dan Kejujuran)
Derajat kepercayaan dan kejujuran yang tak diragukan daripara petuga yang memberikan pelayanan.
7. Security (Rasa Aman)
Bebas dari keraguan dan resiko keamanan sertakerugian material maupun immaterial.
8. Accessability (Kemudahan untuk dihubungi)
Kemudahan untuk dihubungi oleh pelanggan baik dalam menghadapi masalah ataupun keperluan lain.
9. Communication (Komunikasi)
Selalu menginformasikan hal-hal yang diperlukan oleh pelanggan pada waktunya dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka.
10. Understanding (Pengertian)
Usaha untuk mengerti secara baik kebutuhan danharapan pelanggan, betapapun sukarnya.
